Sidang Vonis Ujaran Kebencian Jonru

vonis ujaran kebencian jonru

Kemarin  jumat (02/03/2018), Sidang keputusan tedakwa  vonis ujaran kebencian Jonru (Jon Riah Ukur Ginting) dibacakan.  Jonru divonis 1 tahun 6 bulan penjara dengan denda Rp 50 juta oleh majelis hakim di Pengadiilan Negeri Jakarta Timur, Jumat (2/3/2018).

Jonru pertama kali dilaporkan ke Polda Metro jaya oleh Muannas Alaidid pada Agustus 2017. Jonru dilaporkan karena dinilai kerap memposting konten yang mengandung ujaran kebencian. Polda Metro Jaya pun langsung melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap Jonru hingga Muannas Alaidid. Sejumlah ahli juga dimintai pendapat oleh tim penyidik dari Polda Metro Jaya. Kemudian pada Jumat 29 September 2017. Penyidik Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya meningkatkan status tersangka terhadap Jonru F Ginting dalam kasus dugaan ujaran kebencian. Saat itu juga jonru dilakukan penahanan di rumah tahanan Polda Metro Jaya.

Tiba saatnya di sidang vonis Jonru dinyatakan terbukti bersalah melanggar Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Menyatakan terdakwa Jon Riah Ukur alias Jonru Ginting terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana. Melakukan beberapa perbuatan dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang diduga menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu untuk masyarakat tertentu atau suku ras dan antar golongan (SARA). Sebagai perbuatan berlanjut sebagaimana dakwaan kesatu, ucap Ketua Majelis Hakim yang menangani kasus ini, Antonio Simbolon, membacakan putusan tersebut.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa selama satu tahun dan enam bulan penjara serta denda sejumlah lima puluh juta rupiah,” kata Hakim ketua Antonius Simbolon saat membacakan  putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat (2/3/2018).

Jonru terbukti bersalah melakukan pidana dalam Pasal 28 ayat 2 junctoPasal 45A ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Keputusan ini diberikan majelis hakim dengan mempertimbangkan beberapa hal yang memberatkan maupun meringankan. “Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa telah meresahkan masyarakat, terdakwa tidak merasa bersalah, dan terdakwa tidak menyesal atas perbuatannya,” ujar Hakim Ketua Antonius Simbolon saat sidang Jumat sore (2/3/2018).

Adapun pertimbangan yang meringankan persidangan vonis ujaran kebencian Jonru antara lain terdakwa belum pernah melakukan tindakan kriminal. Selain itu hakim menilai terdakwa merupakan tulang punggung keluarga.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yakni menuntut pidana dua tahun penjara dan denda sebesar Rp 50 juta kepada Jonru. Terkait vonis tersebut, JPU (jaksa Penuntut Umum) dan Jonru belum memutuskan apakah menerima atau mengajukan banding. Keduanya akan menggunakan waktu yang diberikan majelis hakim untuk memutuskan sikap selanjutnya.

Tanggapan Dan Reaksi  Setelah Persidangan Vonis Ujaran Kebencian Jonru Dibacakan

Jon Riah Ukur Ginting alias Jonru menilai vonis satu tahun enam bulan terhadap dirinya sangatlah tidak adil. Menurut nya dia seharusnya bebas dari tuduhan menyebarkan ujaran kebencian melalui media sosial.

vonis ujaran kebencian jonru

Baca Juga : Rumah DP 0 Persen di Rorotan, Cilincing

Jonru loncat serta meneriakan takbir. Tidak lama setelah majelis hakim yang diketuai Antonius Simbolon menjatuhkan vonis satu enam lima bulan penjara serta denda Rp 50 juta rupiah kepadanya. Karena terbukti menebarkan ujaran kebencian melalui media sosial.

“Allahu Akbar, Allahu Akbar kebenaran tidak dapat dikalahkan,”.  Teriak Jonru setelah berdiri dari kursi terdakwa lalu berbalik ke arah pengunjung sidang.

“Apapun keputusan di sini (pengadilan) keputusan yang menyatakan selain saya bebas merupakan keputusan yang tidak adil walaupun nanti saya misalnya menerimanya‎”. Ujar Jonru usai sidang vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat, (2/3/2018). “Teman-teman saya percaya bahwa pengadilan yang paling adil adalah pengadilan di akhirat kelak dari Allah yang Maha Adil,” katanya. Jonru mengatakan dalam kasus tersebut dirinya dizalimi.

Ia juga masih akan berdiskusi dengan penasihat hukum (Djuju Purwanto) terkait rencana banding. “Soal banding, kami pikir dulu. Belum bisa jawab sekarang,” ucap Jonru.