Kelanjutan Kasus Ujaran Kebencian Ahmad Dhani

ujaran kebencian ahmad dhani

Seperti yang kita tau kasus ujaran kebencian Ahmad Dhani berbuntut panjang. Dengan kemajuan era social media saat ini kita tidak boleh sembarangan berkomentar atau berbicara karnea sudah ada undang-undang yang mengaturnya jika mengandung unsur kebencian, SARA, dll bisa dipidanakan seperti kasus Janru dan musisi terkenal Ahmad Dhani. Sejatinya social media dapat digunakan untuk hal-hal yang positif.

Kapolres Jaksel Kombes Mardiaz Kusin mengatakan telah menerima pemberitahuan berkas P21 dari kejari jaksel. Selanjutnya, polisi segera melakukan pelimpahan tahap kedua, yaitu tersangka dan barang bukti. “Kalau itu sudah P21, masuk ke proses selanjutnya pelimpahan tahap kedua. Kita lakukan pemanggilan, langsung kita limpahkan ke kejari Jaksel,” kata Kapolres Jaksel Kombes Mardiaz Kusin.

Pelimpahan berkas tahap dua sedianya diagendakan pada Selasa (6/03/2018) kemarin. Kepolisan menunda pelimpahan tahap dua, yaitu tersangka dan barang bukti ke Kejari Jaksel dalam kasus ujaran kebencian (hate speech) yang menjerat musisi Ahmad Dhani. Pelimpahan tahap dua diagendakan kembali pada Senin (12/3) mendatang. Berkas kasus Ahmad Dhani sendiri telah dinyatakan lengkap oleh jaksa per 12 Februari 2018. Pengacara Dhani Ali Lubis membenarkan adanya pengunduran waktu pelimpahan tahap dua tersebut. Berdasarkan informasi dari penyidik, Ali menyebut jaksa sedang mempunyai agenda lain sehingga pelimpahan tahap dua diundur.

Polres Jakarta Selatan sebelumnya menetapkan Ahmad Dhani sebagai tersangka dalam kasus ujaran kebencian lewat cuitannya yang mengandung ujaran kebencian (hate speech). Penetapan status tersangka ini dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara pada 23 November 2017. Dhani dijerat dengan UU ITE Pasal 28 dan terancam hukuman 6 tahun penjara. Ahmad Dhani dilaporkan oleh relawan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat (BTP Network), Jack Lapian, gara-gara cuitan di akun Twitter-nya. Dalam cuitannya, Dhani menyebut siapa saja pendukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi.

ujaran kebencian ahmad dhani

Tiga cuitan ujaran kebencian Ahmad Dhani lewat akun @AHMADDHANIPRAST yang dilaporkan ialah:
7 Februari 2017: Yg menistakan Agama si Ahok… yg di adili KH Ma,ruf Amin…ADP
6 Maret 2017: Siapa saja yg dukung Penista Agama adalah Bajingan yg perlu di ludahi muka nya – ADP
7 Maret 2017: Sila pertama KETUHANAN YME, PENISTA Agama jadi Gubernur…kalian WARAS??? – ADP

Baca Juga : Penyerangan Geng Motor Dikemang

Penjelasan Kapolres Jaksel Penundaan Pelimpahan Tahap Kedua Kasus Ujaran Kebencian Ahmad Dhani

Polisi menunda pelimpahan tahap dua, yaitu tersangka dan barang bukti ke Kejari Jaksel dalam kasus ujaran kebencian (hate speech) yang menjerat musisi Ahmad Dhani. Pelimpahan tahap dua diagendakan kembali pada Senin (12/03/2018) mendatang. “Ya (dilimpahkan hari Senin),” ujar Kapolres Jakarta Selatan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto saat dimintai konfirmasi, Rabu (7/3/2018). Mardiaz tak menjelaskan detail soal alasan penundaan pelimpahan tahap dua. Penundaan itu menurutnya telah dikoordinasikan dengan jaksa. “Yang jelas Senin sesuai koordinasi dengan JPU-nya,” tambah nya.

Semoga saja kasus ini dapat cepat berakhir dan menemukan solusi yang terbaik untuk kedua belah pihak.