Tiga Tempat Wisata Pemacu Adrenalin

BERITAONLINE.ORG – Merencanakan destinasi wisata yang akan dikunjungi merupakan satu hal penting dalam traveling. Dengan observasi, paling tidak Anda mengetahui gambaran umum tentang destinasi wisata yang akan dikunjungi, sehingga Anda bisa menyesuaikan dengan kebutuhan wisata Anda. Mungkin Anda menginginkan tempat yang damai dan dekat, atau sebaliknya menginginkan tempat liburan yang penuh dengan tantangan.

Dilansir dari Brightside.me pada Kamis (28/12/2017), ada beberapa tempat traveling di dunia yang memiliki karakter layaknya di film horor. Konon, beberapa tempat ini hanya bisa dikunjungi oleh Anda yang memiliki adrenalin dan keberanian yang tinggi. Penasaran?

Capuchin Catacombs

Di Palermo, Italia terdapat sebuah bangunan bawah tanah yang terdapat lebih dari 8.000 orang pernah terbakar di sana. Tempat ini menjadi salah satu tempat mummy paling populer di dunia.

Bangunan bawah tanah ini sendiri dibangun di akhir abad 16 ketika jumlah biara Capucci meningkat dan mereka membutuhkan tempat untuk pemakaman yang lebih besar. Pada abad 18-19, tempat ini menjadi tempat pemakaman bagi keluarga borjuis. Bangunan bawah tanah ini resmi ditutup pada 1882.

Hanging Coffins (Peti Mati Gantung)

Sagada menjadi tempat yang sangat menarik bagi wisatawan karena daerah ini dulunya adalah bagian dari laut. Sekarang ada banyak gua yang sering dikunjungi oleh wisatawan ke Filipina. Selain gua, Anda juga bisa melihat peti mati yang menggantung di sisi gua.

Di Sagada, Filipina memiliki tradisi yang sangat tua di mana terdapat adat peti mati yang digantung ketika ada orang yang meninggal. Peti tersebut diukir dari potongan kayu yang solid. Peti mati diletakkan di tebing setinggi 115 meter. Menurut legenda, tebing di pegunungan ini menjadi tangga antara bumi dan surga.

The Chapel of Bones (Kapel Tulang)

Kapel ini terletak di Evora, Portugal dan menjadi monumen paling populer di kota ini. Nama dari kapel tersebut didapatkan dari interior pada dinding kapel ini. Di mana dinding di kapel ini ditutupi dan didekroasi oleh tulang dan tengkorak manusia.

Kapel ini dibangun pada abad ke-16 oleh seorang biksu Fransiskan yang ingin memberitahu kepada saudara laki-lakinya bahwa hidup itu singkat. Itulah alasan kenapa seluruh dinding kapel ini ditutupi oleh tulang. Ketika di pintu masuk kapel, Anda akan disapa dengan tulisan Nós ossos que aqui estamos pelos vossos esperamos yang berarti “Tulang Kami di Sini, Tunggu Punya Anda”.