Waspada!! Saden Kalengan Bercacing Beredar Di Indonesia

sarden kalengan bercacing

Baru-baru ini viral kabar sarden kalengan bercacing dikarenakan adanya laporan warga di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Selatpanjang di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Bengkalis. Tentunya produk pangan yang tidak higienis dapat menggangu kesehatan tubuh yang mengkonsumsinya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) angkat bicara mengenai pemberitaan dan sejumlah video yang viral tentang penemuan cacing di dalam ikan sarden kemasan kaleng. “Hasil pemeriksaan dan pengujian BPOM RI menemukan adanya cacing dengan kondisi mati pada produk ikan makarel dalam saus tomat atau sarden kaleng berukuran 425 gram,” kata Kepala BPOMKepulauan Riau (Kepri), Yosef Dwi Irwan, Kamis (22/3/2018) malam.

Ketiga produk sarden kalengan itu bermerek IO, Farmer Jack, dan Hoki. Ketiganya produk luar negeri yang diduga tak diproduksi secara higienis sehingga ada cacingnya. BPOM menyatakan cacing itu tidak hidup lagi. Cacing diduga keluar dari perut ikan dalam kemasan sarden itu setelah produksi dan mati karena adanya pemanasan 100 derajat sebagai finalisasi produk.

“Tidak saja memerintahkan importir untuk menarik, BPOM RI juga memerintahkan importir produk Farmerjack, IO, dan Hoki melakukan pemusnahan terhadap ketiga produk tersebut,” ungkap Yosef. Produk yang mengandung cacing tidak layak untuk dikonsumsi. Bahkan, pada konsumen yang sensitif dapat menyebabkan reaksi alergi gatal-gatal (hipersensitifitas). BPOM juga terus memantau pelaksanaan penarikan dan pemusnahan sarden kalengan bercacing serta meningkatkan sampling dan pengujian terhadap peredarannya dan semua produk ikan dalam kaleng lainnya. Baik produk dalam maupun luar negeri. “Masyarakat diimbau untuk lebih cermat dan hati-hati dalam membeli produk pangan. Selalu ingat cek “KLIK” (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan,” jelas Yosef.

Untuk proses penarikan sarden kalengan bercacing, selain diminta kepada importir, BPOM juga bekerjasama dengan dinas perdagangan setempat. Tujuannya jelas, yaitu untuk menemukan adanya importir bandel. Kalau saja masih ditemukan di daerah-daerah tersebut, maka izinnya akan dicabut sebagai sanksinya. BPOM berharap masyarakat juga perlu memperhatikan kemasannya dalam kondisi utuh, baca informasi pada label, pastikan memiliki izin edar dari BPOM RI, dan tidak melebihi masa kadaluarsa. Masyarakat yang menemukan produk bermasalah dapat menghubungi contact center Halo BPOM di nomor telepon 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0812-1-9999-533.

Diketahui Sarden Kalengan Bercacing Di Import Dari Negara China

sarden kalengan bercacing

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) menemukan sarden kalengan bercacing dalam produk ikan makarel kaleng impor. Menurut Kepala BBPOM DKI Jakarta Sukriadi Darma, salah satu importir produk yang mengandung cacing mati tersebut berasal dari Jakarta. Lainnya ada di Batam. “Itu produk yang bermasalah semua berasal dari negara China. Kenapa banyak ditemukan di Pekanbaru dan Batam, karena importirnya ada di sana. Satunya ada di Jakarta,” kata Sukriadi Darma kepada Kompas.com,Kamis (22/3/2018).

Baca Juga : “Terungkap!! Keterkaitan Syahrini Dalam Kasus First Travel”

Ketiga merek ikan sarden kalengan bercacing impor tersebut yaitu Farmerjack, IO, dan HOKI dengan ukuran 425 gram yang diolah dengan saus tomat. Adapun importir Farmerjack dan IO ada di Batam, sedangkan HOKI importirnya berasal dari Jakarta. Farmerjack memiliki kemasan berwarna hijau tua dengan gambar seekor ikan dan tiga buah tomat. Untuk kemasan HOKI berwarna merah dengan gambar dua ikan dan tomat. Kemudian merek IO berwarna hitam dengan logo berbentuk hati dan gambar seekor ikan serta tomat.

Setelah mengetahui dari kejadian ini, Sukriadi mengatakan bahwa pihaknya melakukan sidak ke beberapa retail makanan impor di Jakarta hari ini. “Karena kalau makanan impor di tempat lain ada, kemungkinan Jakarta ada. Sementara tim saya sudah jalan, kita baru mulai tadi pagi,” katanya.

BBPOM akan lebih waspada dan menguji produk-produk sarden lainnya untuk memberi rasa aman kepada masyarakat. Warga pun diminta tidak resah karena adanya temuan ini.