Pansus Angket KPK : Koruptor Bukan Terorisme !!

Pansus Angket KPK : Koruptor Bukan Terorisme !!

Anggota Panitia Spesial (Pansus) Hak Angket KPK Teuku Taufiqulhadi menyebutkan adanya paradigma baru di system hukum Indonesia berkaitan dengan perlakuan pada terpidana, termasuk juga terpidana korupsi.

Menurut dia, sekarang ini terpidana sudah beralih dengan nama warga binaan serta penjara saat ini dinamakan sebagai Instansi Pemasyarakatan.

Hal tersebut mempunyai tujuan untuk memasyarakatkan si terpidana kembali pada tingkah laku yang benar.

“menurut saya janganlah kita memperlakukan mereka (terpidana korupsi) sama juga dengan Amerika memperlakukan terorisme di Guantanamo, ” tutur Taufiqulhadi dalam diskusi yang di gelar Perspektif Indonesia dengan Populi Center di Lokasi Menteng, Jakarta, Sabtu (8/7/2017).

Anggota DPR dari Fraksi Partai NasDem itu kembali menyatakan kalau tingkah laku korupsi atau terorisme itu mesti dibenci, tetapi bukanlah bermakna membenci subyek yang mencerminkan sikap dari orang tersebut.

“Kita tidak boleh memperlakukan tidak manusiawi kepada Terorisme meskipun ia patut dibenci. Itu sama dengan petrus nanti di Indonesia. Nantinya Indonesia akan berupaya untuk menghapus kriminalisme dengan baik, tetapi tidak boleh kita petrus-kan.,”Ujar Taufiqulhadi.

Masalah kunjungannya ke Lapas Sukamiskin, Taufiqulhadi mengungkap pihaknya sekalipun tidak mengulas tentang vonis pada terpidana, tetapi bagaimana KPK menggerakkan prosedur penyelidikan, penyidikan sampai penuntutan pada terduga tindak pidana korupsi.

Menurut Taufiqulhadi, mendatangi Lapas Sukamiskin untuk mengonfirmasi dan meminta keterangan terhadap terpidana korupsi hal yang wajar-wajar saja.

Sebab, mereka sempat melakukan kontrol di KPK sebelumnya pada akhirnya dinyatakan melaksanakan tindak pidana.

” Umpamanya gini, saya katakan, kami menginginkan tanyakan itu tidak dapat pada Bung Ican (host) karna tidak sempat jadi pesakitan KPK. Tidak paham apa pun. Jadi mesti kita tanyakanlah kesana. Jadi tak ada jalinan apa pun kita dengan maksud mereka, apakah mereka ini sudah ditetapkan sekian tahun kami tidak punyai urusan, ” kata Taufiqulhadi.