Suka Kuliner Ekstrem? Kamu Wajib Mampir Ke Sulawesi Utara

Kuliner Ekstrem

Jangan mengaku penggemar Kuliner Ekstrem jika kamu belum main ke kota Manado, Sulawesi Utara. Banyak sekali jenis makanan yang tidak akan kamu jumpai ditempat lain. Makanan yang sangat tidak lazim ini diperjual belikan secara bebas di Pasar Tradisional Tomohon. Untuk menuju ke kota tomohon dari Bandara Internasional Sam Ratulangi, kira-kira hanya dibutuhkan waktu sekitar 45 menit dengan jarak tempuh sejauh 25km. Selain itu, anda bisa menemukan menu ekstrim ini di pasar karombasan, Manado.

Suka Kuliner Ekstrem? Kamu Wajib Mampir Ke Sulawesi Utara

Kamu bisa membeli “bahan” Kuliner Ekstrem Tersebut di Pasar Tomohon dengan harga yang cukup terjangkau. Hewan yang disediakanpun beragam, ada yang sudah dalam kondisi hidup maupun siap diolah. Berikut nama kuliner makanan ekstrim khas sulawesi utara: Jika anda adalah seorang pecinta binatang, maka menu dibawah ini sangat tidak cocok untuk kamu santap.

RW

Kuliner Ekstrem

Jika ditempat lain RW adalah singkatan dari Rukun Warga, maka tidak demikian dengan makanan yang satu ini. Rw disini adalah singkatan dari bahasa asli Minahasa yaitu “Rintek Wuuk” yang artinya bulu halus. Mungkin banyak dari anda gemar menikmati makanan ekstrim, tapi tidak tega untuk menyantap daging anjing. Sikap dari anjing yang penurut dan setia tentu akan membuat siapapun sulit untuk melukainya, apalagi memakannya. Walaupun banyak mendapat protes dan tentangan dari sesama warga lokal sampai Internasional, Nampaknya menu satu ini sangat sulit untuk ditinggalkan.

Kolombi dan Renga

Kuliner Ekstrem

Kolombi adalah keong emas yang biasa hidup di pinggir sungai dan danau atau di daerah persawahan. Menu yang satu ini biasanya disantap dengan dijadikan sate ataupun dimasak menggunakan bumbu RW. Sedangkan Renga bentuknya sama seperti kolobi yang sama-sama berasal dari jenis hewan keong. Bedanya renga memiliki bentuk lebih kecil dengan cangkang berwarna hitam. Umumnya renga dimasak menggunakan santan dan rempah-rempah spesial.

Wisata Kuliner Ekstrem

 

Tumotongko atau Patola

Kuliner Ekstrem #1

Wisata Kuliner Ekstrem? Rasanya belum lengkap jika tidak memasukan hewan melata yang satu ini. Ular biasanya disebut dengan Patola di kota Manado atau Tumotongko (Bahasa Minahasa). Pada zaman dahulu kala, Ular cukup di sakralkan oleh suku minahasa (penduduk asli manado). Namun seiring berjalannya waktu, rakyat Sulawesi Utara justru menjadikan ular salah satu menu Kuliner Ekstrem favorit.

Tusa

Kuliner Ekstrem #2

Jika kamu merasa bahwa daging Anjing atau RW tadi sudah sangat ekstrim, maka ada satu lagi yang tingkat ekstrimnya sama yaitu Tusa atau daging kucing. Di sulawesi utara sendiri, mereka yang gemar memakan daging tusa tidak sebanyak pecinta RW.
Umumnya menu makanan satu ini disantap sambil meminum arak tradisional Sulut yang bernama “Cap Tikus”.

“Daging tusa itu rasanya sangat enak sekali, mirip seperti kelinci atau biawak. Biasanya kalau sudah kumpul bersama teman-teman, kalau ada Tusa (Kucing) yang lewat langsung saja kita masak,” kata bapak Ance – Penggemar Daging Tusa.

Paniki

Kuliner Ekstrem

Paniki adalah sebutan untuk makanan yang terbuat dari daging kelelawar. Sebelum diolah menjadi makanan, daging kelelawar dibakar terlebih dahulu untuk menghilangkan bulunya. Cara memasak paniki hampir mirip dengan renga yaitu menggunakan santan. – BeritaOnline.org

Kawok

 Kuliner Ekstrem

Menu yang satu ini mungkin sedikit geli untuk disantap, sebab terbuat dari daging Tikus. Tapi perlu diketahui bahwa daging yang digunakan untuk memasak adalah Tikus Pohon/Hutan. Orang Sulawesi utara memang terkenal gemar menyantap makanan yang aneh dan ekstrim, tapi kebersihan tetap mereka utamakan, Oleh karena itu daging tikus yang dimakan juga tidak boleh berasal dari dalam rumah apalagi got.

Daging tikus rasanya cukup unik apalagi jika sudah diolah dengan rempah-rempah spesial, rasa dagingnya lebih enak daripada ayam. Penasaran? langsung saja berkunjung ke Sulawesi utara.