Harga Tarif Prostitusi Di Negara Lain

Beritaonline.org – Dunia prostitusi atau dunia pelacuran, adalah dunia dagang. Bukan dagang sapi, dagang kerbau, dagang kambing, dagang ayam atau dagang ikan, melainkan “dagang tubuh” perempuan. Padahal, perdagangan manusia dilarang oleh semua negara di dunia. Kenyataannya “dagang tubuh” perempuan ini selalu tumbuh subur di semua negara di dunia, Indonesia tanpa kecuali.

Jakarta sebagai barometer Indonesia dalam kaca mata pencitraan di segala bidang kehidupan negeri, mencitrakan pula adanya dunia “dagang tubuh” perempuan. Tepatnya, perempuan-perempuan sendiri yang memperdagangkan tubuhnya, alias menjual hak miliknya yang paling intim itu kepada mereka yang menginginkannya.

Tentu saja, ada germo atau mucikari alias mami-mami atau papi-papi yang terjun ke lembah perdagangan ini untuk memperlicin jalan bagi perempuan-perempuan muda atau perempuan-perempuan setengah tua untuk menjual tubuhnya.

Apakah ini tidak termasuk dalam perdagangan perempuan? Hanya Anda sendiri yang bisa menjawabnya.

Masalah Tarif Kencan

Setiap perempuan yang terjun ke dalam lembah kelam esek-esekan dan lendir-lendiran ini memiliki alasan yang berbeda, dan beraneka ragam. Ada yang karena putus cinta, ada yang karena suaminya main perempuan sehingga dirnya melakukan balas dendam, ada yang karena senang-senang mencari hiburan atau kenikmatan duniawi. Dalam penelusuran beritaonlie.org, alasan yang paling banyak adalah alasan ekonomi.

Karena alasan ekonomi itulah yang membuat bisnis menjual tubuh perempuan ini memiliki “harga” atau tarif tertentu, ada yang mahal, dan ada yang murah, bahkan sangat murah. Seperti barang dagangan lainnya, selalu berjalan atas pertimbangan ini, “murah pun tidak apa-apa, yang penting laku. Ketimbang harus pulang ke rumah tidak bawa duit.”

Atau, seperti barang dagangan lainnya, murah juga tidak apa, karena barangnya memang sudah lama alias sudah kadaluwarsa. Apalagi, tempat atau areal dagangannya juga di jalanan, bukan di tempat-tempat elit seperti di hotel-hotel mewah dan lainnya.

Maka, tidak heran tarif sekali atau dua kali kencan atau harga perjam atau dua jam atau semalam suntuk, bukan saja bervariasi, tetapi ada yang memang terkesan murah. Tetapi, hati-hati, bagi para pria hidung belang. Harus dipertimbangkan matang-matang, tarif tubuh seorang pelacur yang ingin dinikmati itu, bukan karena si pelacur benar-benar butuh duit, tetapi karena sudah penyakitan. Ngeri!

Namun, semurah-murahnya tarif kencan di Jakarta, masih kalah murah dengan tarif kencan di 5 negara yang disebutkan di bawah ini, yang dihimpun dari berbagai sumber.

1. Suriah, tarif US$7 atau Rp.97,650 per satu kali main, entah berapa kali goyang

Rendahnya tarif kencan di Suriah ini, oleh sejumlah pengamat, disebabkan situasi yang terus dirundung konflik, yang membuat banyak perempuan dan keluarga di negeri itu dilanda kesulitan dan keprihatinan dalam mencari makan. Maka salah satu jalan keluar dari sejumlah perempuan di negeri ini menempuh jalan dengan melacurkan diri.

Bahkan bukan hanya melacurkan diri, tetapi juga membanting harga tubuhnya semurah mungkin, yang penting bisa dapat duit untuk makan. Karena konflik berkepanjangan, banyak warga Suriah yang memilih mengungsi ke negara lain. Tetapi, banyak perempuan memutuskan untuk melacurkan diri, hingga membanting harga murah bagi siapa pun yang ingin menikmati tubuhnya.

Di Suriah, banyak perempuan muda atau usia baya yang menawarkan diri hingga dengan tarif US$7 per layanannya dan tidak dipatok dengan jam. Hingga berapa kali goyang, ya, terserah.

2. Brasil dengan tarif U$5,5 atau Rp.76,725 per Jam, entah berapa kali main

Dikatakan Brasil merupakan surga sepakbolanya dunia, sudah banyak pemain hebat yang terlahir di negeri Samba itu. Walau dikatakan ekonominya tidak semaju Amerika atau negara-negara lainnya, soal olahraga sepakbola Brasil adalah negerinya Bola.

Apalagi berbicara tentang wagz nya, wanita dari Brasil memang dikenal sebagai wanita kelas wahid yang selalu menggoda kaum adam di seluruh dunia. Banyak pria yang datang ke negara itu, klepek-klepek dibuatnya.

Namun satu permasalahan yang dialami oleh pemerintah Brasil adalah kasus pelacuran atau prostitusi. Ada banyak alasan kenapa sebagian wanita di negara ini memilih di jalan setan, alias jalan sesat dan gelap, yaitu menjadi pelacur. Alasan yang pasti, yaitu karena faktor kemiskinan.

Soal tarif sendiri di sini, dari sejumlah sumber dikatakan, bisa dibilang mahal, sekitar $60-an atau sekitar Rp.837,000-an untuk satu jamnya. Namun, ini tarif untuk wanita-wanita kelas atas atau para pelacur kelas eksklusif. Sedangkan untuk para pekerja seks remaja yang terjun karena alasan ekonomi, tarifnya jauh lebih murah, sekitar $5,5 saja atau Rp.76,000-an.

Dan PSK usia remaja di Brasil, sudah jadi rahasia umum. Dan kebanyakan orang tuanya mengetahuinya, karena hasil menjual tubuh dari anaknya itu diberikan kepada orang tuanya untuk nafkah hidup keluarga.

3. Mali, dengan Tarif US$2 atau Rp.27,900 per Jam untuk sekali atau dua kali main

Negara yang ada di benua Afrika ini selalu menghadapi krisis finansial nasional. Makanya, orang-orangnya pun melakukan berbagai macam cara agar bisa bertahan hidup atau bisa makan, di kondisi yang memprihatinkan seperti itu.

Salah satu cara untuk bertahan hidup adalah mencari kerja dengan jalan pintas, yaitu menjadi PSK alias melacurkan diri. Soal harga, prostitusi di sini juga dikatakan sebagai yang paling murah di dunia, karena untuk sekali kencan hingga bersetubuh, misalnya, harganya benar-benar bisa nego.

Tarif per jamnya sendiri hanya $2 saja atau sekitar Rp.27.000-an, bahkan bisa lebih murah dari itu. Entah berapa kali Anda menggoyangnya. Tarif ini biasanya dipatok sama baik wanita usia matang atau remaja. Umumnya, sekitar 60 persen prostitusi di Mali dilakukan di jalanan sedangkan sisanya lewat rumah-rumah bordil dan disitir oleh para mucikari.

4. India dengan Tarif US$1 atau Rp.13.950 per Jam

Siapa yang tidak kenal dengan India dengan gadis-gadis itam manis dan cantik nan seksi? Hampir semua negara kenal India, khususnya para artis-artis India karena film-filmnya. India merupakan negara penghasil orang-orang hebat di dunia. Banyak orang hebat India yang menguasai bisnis kelas dunia di banyak negara.

Namun, kehebatan sejumlah orang India, ternyata tidak bisa membuat perubahan yang lebih baik bagi tanah kelahirannya. Orang hebat India lebih memilih negara lain yang notabenya bisa membuat dirinya bahagia ketimbang membangun negaranya sendiri.

Karena itu tak heran jika ketimpangan sosial di negara bollywood ini sangatlah gila. Jembatan atau jurang antara orang kaya dan orang miskin di negara ini hampir tidak ada, yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin melarat.

Tak ayal, hal ini pun mengakibatkan pada maraknya prostitusi. Namun, meskipun sebagian orang mengandalkan cara ini, mereka tetap hidup prihatin karena tarifnya yang terlalu murah. Berapa tarif sekali kencan PSK India, khususnya PSK kelas bawah.

Berapa tarifnya? Tarif servis wanita per jamnya paling mahal hanya US$1. Belum lagi tariff itu dipotong untuk untuk para mucikari alias germo. Tentu sangat memprihatinkan, karena tarif sekali kencan bisa seharga seporsi mie ayam?

Ini tentu sangat memiriskan, karena di India, dari berbagai sumber yang dapat direkam, setidaknya ada 3 jutaan perempuan India yang tenggelam dalam bisnis haram sahabat setan ini. Ingat, di negara Bollywood itu ada sebuah daerah prostitusi paling tua se-Asia bernama Kolkata.

5. Bangladesh dengan Tarif US$0,6 atau Rp.8.300 per Jam

Ini dia, satu negara lagi yang memiliki warganya yang dapat menjual tubuhnya dengan harga yang sangat murah, bahkan paling murah di duni, yang sulit dibayangkan. Negara yang terletak di Asia Selatan itu masuk dalam jajaran sebagai negara dengan tarif kencannya yang paling murah.
Negara itu adalah Bangladesh. Bangladesh serumpun dengan India.

Negara yang mempuyai ikatan rumpun budaya dan bahasa dengan India ini memang terkenal akan konflik dan kehidupan yang penuh kesulitan dari masyarakatnya. Terlebih kasus perdagangan dan pejualan manusia di negara ini sangatlah memprihatinkan.

Di sana, sudah menjadi hal yang umum soal eksploitasi manusia, khususnya dari perempuan usia anak-anak hingga dewasa. Bahkan sangat lazim pula orangtua yang menjual anaknya sendiri kepada orang asing. Umumnya, semua perempuan yang dijual itu, ujung-ujungnya untuk menyuburkan dunia prositusi alias pelacuran.

Soal tarif kencan untuk perempuan Bangladesh, ya paling rendah di dunia. Bagaimana tidak paling murah dari semua negara di dunia kalau PSK di negeri itu kalau tarifnya sekali kencan rata-rata hanya US$0,6 alias Rp.8.300-an per jamnya. Sama seperti harga gorengan atau sebungkus rokok?

Dari tarif itu, PSK sendiri mendapatkan upah US$0,18 atau Rp.2.500-an untuk tiap klien. Sungguh sangat memiriskan hati, di mana harga manusia benar-benar di titik terendah.

Dengan Info Harga Tarif Prostitusi Di Negara Lain ini bukan berarti patokan harga PAS.