Bocah 8 Tahun Berjalan Jauh Hanya Untuk Bersekolah

BERITAONLINE.ORG – Alfiansyah (8), akrab disapa Alvin, telah menjadi omongan di media sosial sejak cerita  perjalanannya ke sekolah dari Parung, Bogor, ke Kebon Kacang, Jakarta Pusat. Bocah yang kini duduk di kelas dua SD di SDN Kebon Kacang 02 Petang tersebut hanya membawa ongkos Rp 4.000 sehari itu hanya untuk perjalanan ke sekolah dengan naik kereta (KRL). “Dia ngerti kalau orangtuanya sedang tidak ada uang, misalnya punya Rp 10.000, (dia berkata) ‘Ma, Rp 4.000 saja. Enggak apa-apa, sisanya buat Mama.’ Biasanya untuk ongkos pulang dia dikasih saudaranya yang di Jakarta,” kata ibu Alvin bernama Lasmawati (38).

Lasma, begitu ia biasa disapa, mengatakan, Alvin berjalan kaki seorang diri sekitar 30 menit dari rumah menuju Stasiun Parung Panjang. Itu dilakukan Alvin selama tujuh bulan terakhir sebelum kini orangtuanya menempati Rumah Susun (Rusun) Bendungan Hilir di Jakarta Pusat dan dia pun ikut pindah sehingga tidak perlu lagi naik KRL untuk kesekolah. “Awalnya saya antar (selama) dua hari sejak pindah ke Parung. Habis itu dia mungkin lihat saya bawa adeknya yang kecil, menunggu dia pulang sekolah. (Dia bilang) ‘Ma, Mama di rumah saja sama adek, Alvin ke sekolah sendiri saja,” kata Lasma. Alvin (8) dan Lasmawati (38) ibunya yang kini telah pindah kembali ke Jakarta setelah berjuang pulang pergi sekolah dari Parung selama 7 bulan lamanya saat dijumpai di Rusun Bendungan Hilir 2, Jakarta Pusat pada Selasa (23/4/2018).

(RIMA WAHYUNINGRUM) Sang ibu awalnya khawatir karena Alvin bisa pulang ke rumah baru pada pukul 21.00 setelah bersekolah pukul 13.00-17.00. Namun, setelah melihat keberanian putranya, ia mempersilakan Alvin pergi sendiri ke sekolah. Alvin mengatakan, dirinya tidak pernah mengalami hal menakutkan selama berangkat dan pulang sekolah sendiri. “Enggak takut, sudah biasa,” kata bocah itu. Saat berangkat sekolah sendiri, ia kerap mendapat bantuan orang lain.

Lasma bercerita, putranya sudah beberapa kali mendapat tumpangan dari tetangganya saat menuju stasiun. “Dia kadang suka diajak orang. Dia awalnya takut karena orang asing, kan. Sama yang nganter kadang suka dikasih ongkos atau makan. Tetapi, enggak dipakai sama dia, pasti dibawa pulang, dikasih ke mamanya,” kata Lasma. Bantuan juga datang dari orang-orang di sekitar sekolah. Alvin kerap mendapat makanan dari penjual nasi di sekolah.

Alvin bercerita, saat di atas KRL, ia memilih duduk di kereta perempuan. Selain agar bisa duduk, ia merasa lebih aman dan diperlakukan baik oleh petugas kereta dan penumpang lainnya. “Milih-nya lebih sering di gerbong wanita. Semua baik,” kata Alvin. Ia mengaku diajak oleh petugas untuk menumpang di ruang masinis saat kondisi penuh penumpang. Dia pun menikmati tawaran tersebut dan bercita-cita menjadi masinis. “Jadi kepingin (jadi masinis) biar bisa lihat-lihat pemandangan,” katanya.

Setelah bercerita tentang perjalanan-nya, anak itu menjadi viral di media sosial dan mereka dibantu oleh Yayasan Cinta NKRI. Ia bersama keluarga saat ini tinggal di Rusun Bendungan Hilir 2 di Jakarta Pusat. Rusun itu lebih dekat dengan sekolah. Ia hanya butuh sekali perjalanan dengan angkot ke sekolah.