Bandar Narkoba Diringkus Setelah Kirim Foto Telapak Tangan Di WhatsApp

narkoba/inex

Beritaonline.org — Kepolisian di Wales berhasil menangkap Elliot Morris, pengedar sekaligus bandar narkoba, dengan cara mengidentifikasi sidik jarinya dari sebuah foto yang dikirim melalui WhatsApp. Teknik ini disebut sebagai terobosan baru yang dilakukan oleh penegak hukum setempat.

Bandar Narkoba Diringkus Setelah Kirim Foto Telapak Tangan Di WhatsApp

narkoba/inex

Kepolisian setempat ini telah mendapatkan foto tersebut dari sebuah smartphone yang menjadi barang bukti dalam kasus peredaran narkoba. Foto yang dikirim lewat WhatsApp itu memperlihatkan tangan seorang pria yang memegang sejumlah obat ekstasi di telapak tangannya, dari sinilah polisi kemudian memindai sidik jari pelaku.

Senin (16/4/2018), Dave Thomas, anggota kepolisian, mengatakan bahwa teknik pemindai sidik jari ini bukan hal baru. Namun, yang digunakan, yaitu dari sebuah foto dan aplikasi pesan instan, merupakan terobosan penting dalam metode investigasi.

“Orang-orang ini (pengedar narkoba) menggunakan teknologi untuk menjualnya agar tidak tertangkap polisi. Kami juga harus mengikuti perkembangan ini,” ungkap Thomas. “Ada sejumlah teks bertuliskan ‘apa yang ingin Anda beli?’ kemudian ada foto tangan yang memegang obat tersebut,” lanjutnya.

Menurut Thomas, foto tersebut dikirim oleh tersangka pada pembeli potensial melalui aplikasi pesan instan WhatsApp. Foto yang didapat pihak kepolisian ini kemudian dikirim ke tim ahli guna untuk dianalisis lebih lanjut. Sidik jari yang dianalisis melalui foto tersebut tidak menjadi bukti tunggal untuk menjerat pelaku.

Pasalnya, hanya sebagian kecil sidik jari saja yang bisa teridentifikasi dari foto ini. Kepolisian kemudian menggabungkan dengan bukti lain yang ditemukan dalam percakapan di WhatsApp, yang membantu mengarahkan polisi pada penangkapan pelaku.

Elliot Morris pun kemudian dikenakan hukuman pidana penjara delapan setengah tahun atas pengedaran obat terlarang. “Ini semua berkat kemajuan dunia digital. Penggunaan teknologi kini jadi bagian dari pengumpulan bukti,” ujar Thomas.

Sejatinya, para penegak hukum kini memang semakin terbantu oleh kemajuan teknologi dalam mengungkap kasus kejahatan. Bahkan, belum lama ini kepolisian di Australia berhasil menangkap pelaku kasus pembunuhan hanya berdasarkan bukti dari data perangkat Apple Watch yang dikenakan korban.