Asal Mula Perayaan Tahun Baru Imlek

Tahun Baru Imlek

Sebentar lagi masyarakat keturunan Tionghoa di seluruh dunia akan merayakan Tahun Baru Imlek. Perayaan yang jatuh pada hari jumat tanggal 16 Februari 2018 ini akan mengawali tahun shio Anjing (2569). Sebagai negara dengan penduduk terbanyak, China memiliki banyak sekali warga yang tersebar di seluruh dunia. Salah satunya adalah komunitas keturunan tionghoa yang tersebar di Indonesia.

Tahun Baru Cina

Tahun baru Imlek dimulai pada hari dan bulan pertama di penanggalan Tionghoa lalu ditutup dengan Cap Go Meh pada tanggal lima belas saat bulan purnama. Hal tersebut menyebabkan munculnya sebutan “Lunar New Year” yang artinya Tahun Baru Purnama atau Chuxi (Malam Pergantian Tahun).

Asal Mula Perayaan Tahun Baru Imlek

Perayaan tahun baru Imlek di Tiongkok berbeda-beda dan sangat beragam seperti makan malam bersama keluarga, pemasangan kembang api, “barongsai” dan masih banyak lagi. Hal itu juga berlaku di beberapa negara yang memiliki banyak penduduk keturunan tionghoa seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Brunei, Vietnam dan masih banyak lagi.

Sejarah Imlek

Sejarah Sin Cia

Asal mula perayaan imlek bisa ditelusuri kembali pada 3.500 tahun yang silam. Kegiatan ini sudah memiliki banyak perubahan dimana awalnya hanya untuk menyembah dewa-dewa tiongkok kuno, roh leluhur lalu berkembang seperti di zaman sekarang ini. Simak sejarah Sin Cia (Imlek) berdasarkan zaman dan Dinasti dibawah berikut ini. – beritaonline.org

Dinasti Shang (1600-1046 BC)

Tidak ada yang mengetahui pasti awal dimulainya tradisi tahun baru china. Banyak orang yang percaya bahwa kegiatan ini berawal saat masa Dinasti Shang (1600-1046 BC), ketika itu masyarakat mengadakan banyak persembahan untuk menghormati para dewa dan leluhur pada awal atau akhir tahun.

Dinasti Zhou (1046-256 BC)

Legenda monster bernama Nian pertama kali muncul dimasa dinasti Zhou (1046-256 BC). Sudah menjadi hal yang lumrah untuk memberikan pengorbanan dan penghargaan bagi dewa serta alam agar hasil panen pertanian dan perkebunan diberkati.

Dinasti Han (202 BC – 220 AD)

Pada masa Dinasti Han (202 BC – 220 AD) kalender tetap untuk perayaan Imlek sudah ditentukan. Kegiatan menyulutkan kembang api juga mulai ramai dilakukan saat itu.

Dinasti Wei dan Jin (220-420)

Tepat pada dinasti Wei dan Jin (220-420), selain menyembah dewa-dewi dan leluhur, masyarakat juga sudah mulai untuk menyenangkan diri mereka sendiri. Di masa itu kegiatan seperti membenahi rumah, makan malam bersama keluarga dan bergadang sampai larut malam sudah mulai menjadi kebiasaan rutin setiap tahun.

Dinasti Tang, Song dan Qing (618-1911)

Sejarah Imlek

Kesejahteraan dan kemajuan tingkat ekonomi rakyat dibawah dinasti Tang, Song dan Qing (618-1911) sangat mempercepat pertumbuhan penyebaran acara tahun baru / Chun Jie (Festival Musim Semi). Disinilah mulai dilakukan acara berkunjung ke rumah kerabat, pesta keluarga sampai pembagian angpao.

Legenda Imlek, Nian dan Barongsai

Perayaan Tahun Baru Imlek tidak lepas dari Kembang api, warna merah dan juga Barongsai. Ada kisah apa dibalik itu semua? Simak ulasan dibawah berikut ini.

Versi Pertama

Tahun Baru Imlek

Menurut legenda yang diceritakan secara turun temurun, perayaan Tahun Baru Imlek dimulai karena adanya sebuah binatang bernama Nian. Pada zaman dahulu kala ada sebuah monster yang memiliki tanduk panjang, berkepala singa dan memiliki badan seperti kerbau. Mahluk buas yang bernama Nian ini diceritakan hidup di dalam laut dan akan keluar pada perayaan festival tahun baru untuk mencari mangsa, khususnya anak-anak.

Nian membuat warga menjadi sangat takut untuk beraktifitas dan melarikan diri ke pegunungan. Suatu ketika saat ingin mengungsi, desa tersebut kedatangan tamu seorang sosok misterius yang bijaksana. Saat Nian muncul ke desa, warga mengajak si orangtua misterius itu untuk ikut lari bersama namun tidak dihiraukan. Betapa kagetnya mereka ketika kembali ke desa dan mendapati tidak ada satupun kerusakan terjadi.

Baca Juga : Suka Kuliner Ekstrem ? Kamu Wajib Pergi Ke Sulawesi Utara

Nian yang sangat ganas dan gemar memangsa manusia dibuat tidak berkutik oleh orangtua bijaksana tersebut. Ternyata monster ganas ini memiliki suatu kelemahan yaitu warna merah dan suara yang keras. Sejak saat itu, warga selalu memasang atribut berwarna merah seperti lentera, jendela kamar sampai baju yang dikenakan ketika menyambut hari raya. Selain itu, penduduk desa juga membakar bambu (sekarang kembang api) untuk menghasilkan suara berisik demi menakut-nakuti Nian.

Pada akhirnya proses melawan monster tersebut dijadikan sebuah tradisi untuk memperingati tahun baru Imlek. Hal yang unik disini adalah Nama Monster tersebut (Nian) secara harafiah artinya adalah Tahun.

Versi Kedua

Cap Go Meh

Pada masa Dinasti Qing sekitar 1500 tahun yang lalu ada sebuah monster yang bernama Nian. Monster ini sering membuat warga merasa ketakutan karena senang memangsa manusia. Pada suatu waktu, ketika Nian ingin menyerang desa dia dihadang oleh sosok Singa (Barongsai) yang berhasil membuatnya teluka dan melarikan diri. Setelah mengalahkan mahluk tersebut, sang singa langsung pergi meninggalkan penduduk yang sudah aman.

Merasa bahwa desa sudah aman dari ancaman mahluk jahat, warga desa kembali beraktifitas seperti biasa. Namun tidak disangka-sangka ternyata Nian merasa sakit hati lalu kembali ke desa dan membuat penduduk lari kocar-kacir. Masyarakat mulai gelisah sebab singa penolong mereka sudah tidak pernah muncul lagi.

Masyarakat desa pada akhirnya mencoba untuk membuat kostum tiruan dari Singa yang pernah menolong mereka. Ketika Nian kembali untuk kesekian kalinya, mereka menggunakan kostum Singa tersebut untuk menakut-nakuti monster tersebut. Ternyata usaha mereka sukses besar, sejak saat itu Nian tidak pernah lagi terlihat.

Baca Juga : 10 Wanita Cantik Ini Mungkin Bukan Kriteria Kamu

Barongsai juga memiliki cerita lain yaitu tarian ini tidak ada kaitannya dengan Monster bernama Nian. Seni barongsai mulai terkenal pada zaman dinasti Nan Bei (Selatan – Utara) pada tahun 140-589 M. Konon pada waktu itu Pasukan raja Song Wen Di sedang terpojok akibat diserang oleh raja Fan Yang dari kerajaan Lin Yi. Panglima perang raja Song Wen Di yang bernama Zhong Que berhasil mengusir pasukan musuh dengan menyamar menggunakan kostum menyerupai singa. Peristiwa tersebut akhirnya melegenda sampai sekarang ini.

Demikianlah ulasan singkat mengenai hari raya Imlek. Selamat hari raya Imlek bagi anda yang menjalankan.

Xinnian Kuaile, Gongxi Facai.